BAB III
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
1. Masalah Penduduk Dunia
Pada
prinsipnya pertumbuhan penduduk yang begitu cepat merupakan ancaman bagi
kehidupan umat manusia itu sendiri, sedemikian bertambah anak manusia maka
harus bertambah fasilitas hidup. Semakin banyak sumber daya alam yang
dikonsumsi maka akan semakin cepat habis.
2. Konsep Keseimbangan Dinamis
Konsep
Keseimbangan Dinamis berarti pertambahan populasi penduduk dapat terkontrol,
terukur, di samping dapat terpenuhi berbagai kebutuhan hidup yang menyangkut
kebutuhan material maupun spiritual. Kebutuhan – kebutuhan material berkaitan
dengan konsumsi sumber – seumber alam yang terpaut pada kegiatan – kegiatan
sosial ekonomi. Sedangkan kebutuhan – kebutuhan yang menyangkut spiritual
menyangkut tentang religi, kepercayaan dan kebudayaan. Tentang religi,
kepercayaan dan kebudayaan.
3. Penyelenggaraan Pendidikan
Kesehatan.
a)
Pendidikan
kurang
lebih 50% anak – anak usia sekolah di pedesaan – pedesaan Negara – Negara
Afrika, Asia, Amerika Latin tidak dapat mengenyam kesempatan pendidikan formal,
karena tekanan ekonomi dan kemiskinan. Dengan sarana komunikasi yang masih sangat terbatas, penduduk pedesaan
– pedesaan pedalaman Afrika praktis masih terisolasi dan dapat dipastikan
persentase jumlah buta huruf di Negara – Negara berkembang lainnya.
b)
Kesehatan
UNICEF
memberikan prioritas pelayanan kesehatan kepada anak – anak balita, yang
terbagi dalam 4 program, yaitu : mengikuti pertumbuhan anak, ASI, Imunitas dan
ORT. Program penggunaan ASI mendapat tanggapan positif tidak saja oleh kaum ibu
di Negara berkembang, tetapi juga oleh kaum ibu Negara maju.
Program
imunisasi, setiap tahun dapat menyelamatkan 5 juta anak dari kematian, dan 5
juta anak lainnya terbebas dari cacat tubuh yang disebabkan oleh 6 macam
penyakit yang dapat dikebalkan setiap tahun.
Program
OTR dapat menekan angka kematian 2,5 juta anak, diantara 5 juta anak yang
meninggal setiap tahun karena menderita diare.
4) Pengawetan Tanah dan Air
fokus
usaha – usaha pengawetan tanah dan air lebih dititik beratkan kepada usaha –
usaha melestarikan hutan, antara lain dengan sistem rotasi. Diluar kawasan
hutan usaha penghijauan pekarangan, kebunjalur hijau dan taman – taman di
lingkungan pada umumnya. Menjaga kelestarian lahan pertanian dikaki dan lereng
pegunungan digunakan sistem sabuk lingkar gunung.
5) Peningkatan Produksi Pangan
Program Bank Dunia periode
1985 – 2000 diharapkan akan menaikkan produksi pertanian sebesar 5%. Kredit
investasi 1975 – 1977 dalam program peningkatan produksi pangan di Negara –
Negara berkembang dialokasikan sebesar 7 milyar dolar, terbagi dalam 2 program
yaitu Proyek Pembangunan Pedesaan dan Pembangunan Pertanian. Dari tahun ke
tahun alokasi kredit investasi Bank Dunia cenderung meningkat dengan
perkembangan pembangunan pedesaan dan pembangunan sektor pertanian di Negara –
Negara berkembang.
6) Faktor – faktor Dasar Kependudukan
Yang
menjadi faktor dasar terhadap perkembangan jumlah penduduk dengan berbagai
akibatnya adalah :
A) Kelahiran, yaitu besar kecilnya kelahiran disebut tingkat
kelahiran.
Untuk menghitung tingkat kelahiran ini ada dua cara yaitu :
1) tingkat kelahiran kasar atau Crude Birth Rate(CBR) dengan
rumus :
Jumlah kelahiran 1 thn
Jumlah penduduk
2) tingkat kelahirankhusus pada kelompok umur tertentu = Age
Specific Birth Rate (ASBR) misalnya kelompok umur penduduk : 15- 19 tahun, 20 –
29 tahun, dan sebagainya dengan rumus :
Jumlah kelahiran 1 tahun pada kelompok unsure per atau dibagi
jumlah penduduk pada kelompok umur tertentu tersebut dikalo 1000.
Tingkat kelahiran penduduk dapat digolongkan menjadi :
a. termasuk tinggi : lebih dari 30 orang/1000 penduduk
b. termasuk sedang : 20 – 30 orang/1000 penduduk
c. termasuk rendah : kurang 20 orang/1000 penduduk
B) Kematian yaitu besar kecilnya jumlah kematian disebut
tingkat kematian.
1) Tingkat Kematian Kasar atau Crude Daeth Rate rumusnya
Jumlah Kematian dalam satu tahun
Jumlah penduduk
Tingkat kematian dapat digolongkang menjadi :
(a) tergolong tingkat : lebih dari 19 orang/1000 penduduk.
(b) tergolong sedang : 14 – 18 orang/1000 penduduk.
(c) tergolong rendah : 9 – 13 orang/1000 penduduk.
2) Tingkat kematian khusus atau tingkat kematian pada
kelompok umur tertentu,
Jumlah kematian kurang 1 tahun selama
1 tahun
Jumlah kelahiran yang hidup
Untuk IMR dapat digolongkan menjadi :
(a) tergolong sangat tinggi : lebih dari 125 orang/1000
kelahiran
(b) tergolong tinggi : 75 – 125 orang/1000 kelahiran
(c) tergolong sedang : 35 – 75 orang/1000 kelahiran
7) Migrasi atau Perpindahan
Perpindahan
dan migrasi ini ada dua macam :
a) migrasi ke luar = outmigration = Emigrasi
b) migrasi masuk = In Migration = Migrasi.
Rumus dari tingkat migrasi :
|
Jumlah penduduk
Migrasi/perpindahan ini menurut lokasi atau daerah dapat
dibagi menjadi :
a) Perpindahan antar Negara disebut Emigrasi/Imigrasi, untuk
bertempat tinggal tetap.
b) Perpindahan antar pulau disbut transmigrasi
c) perpindahan dari desa ke kota disebut urbanisasi
sebab – sebab perpindahan : alas an ekonomi, agama, politik
dan sebagainya.
8) Perkembangan Penduduk :
a) Bagi Negara yang sedang berkembang
masalah – masalah kependudukan antara lain :
1) Rendahnya pendapatan perkapita penduduk
2) Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat
3) Penyebaran penduduk yang tidak merata
4) Tempat tinggal penduduk yang kurang memenuhi ukuran
kehidupan yang layak dan higienis.
b) Bagi Negara yang modern/maju
masalah kependudukan yang timbul tersebut bagi berbagai
golongan Negara adalah tidak sama. Bagi Negara maju dengan berbagai
teknologinya maka masalah kependudukan yang ditimbulkan antara lain :
(1) Kurangnya tenaga kerja manusia.
(2) Rendahnya tingkat kelahiran dan sebagainya.
9) Kebijaksanaan Pemerintah Terhadap
Masalah Kependudukan
Dengan
berbagai masalah yang timbul dari perkembangan penduduk tersebut diatas, maka
setiap pemerintah yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya akan
mengambil dan melakukan berbagai kebijaksanaan dalam hal tersebut. Untuk
kebijaksanaan itu antara berbagai Negara dan berbagai golongan tingkatan
perkembangan Negara tidaklah sama
a) Bagi Negara – Negara yang sedang berkembang seperti
Indonesia, kebijaksanaan ini umumnya disesuaikan pada falsafah/pandangan hidup
dari bangsa Negara itu sendiri. Khususnya pada Negara yang sedang berkembang
untuk melakukan kebijaksanaan dengan berbagai program, misalnya untuk Indonesia
dengan melaksanakan :
(1) Program Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian
(2) Program Industrialisasi
(3) Program Pendidikan
Kependudukan
(4) Program Keluarga Berencana
(5) Program Transmigrasi
b) Tiap Negara pada saat ini bekerja sama didalam mengatasi
masalah kependudukan yang pelaksanaannya menunjang kebijaksanaan kependudukan
nasional.