BAB II
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
1.
Pertumbuhan penduduk dan migrasi
a.
Penduduk dunia dan masalahnya.
Penduduk
dunia dan masalahnya pada awalnya zaman modern sampai kira-kira tahun 1650,
penduduk dunia telah mencapai 500juta jiwa jumlahnya ,sejak zaman inilah
penduduk dunia terus meningkat dengan cepat .oleh karena itu tingkat kematiaan
bayi-bayi yang lahir menjadi rendah,sampai ia tumbuh subur dan akhirnya bersuami
/beristri dan mempunyai anak dan cucu.
Negara-negara
eropa barat pada abad 20 ini cenderung mengalami kondisi stasioner bahkan
jerman barat cenderung memiliki lebih dikit jumlah penduduk berumuran muda
,dibandingkan dengan jumlah penduduk dewasa.
b. Pendidikan dan kesehatan di
negara-negara berkembang
1.pendidikan
Penduduk pedesaan terutama anak-anak usia
sekolah di negara-negara berkembang di afrika ,asia dan amerika latin sebagian
besar tidak memperboleh kesempatan menempuh jenjang pendidikan di sekolah
akibat dari kondisi kemiskinannya. Suatu hasil survei UNICEF membuktikan bahwa 58% anak-anak pedesaan
miskin di delhi india tidak bersekolah karena orang tua mereka tidak mampu
membayar biaya sekolah.
2.kesehatan
Penduduk
usia muda pada negara-negara berkembang amat kedapatan menderita jurang vitamin
A, kasus-kasus penderita kekurangan vitamin A yang menonjol ,penyakit menular
seperti tuberculosis.
Beberapa
survie konsumsi makanan dilakukan di asia menunjukan bahwa pemakaian kalori rata-rata
penduduk berada di bawah tingkat yang dibutuhkan di beberapa negara.
Pemakaian
protein total sangat rendah seperti yang dialami penduduk di india ,
Malaysia,Pakistan ,Filipina dan Thailand. Salah satu sebab membuktikan bahwa di
beberapa kalangan masyarakat pedesaan masih berlaku “tabu” yang melarang
memakan ikan dan buah-buahan dan sayur-mayur.
UNICEF memberikan prioritas pelayanan kesehatan
kepada anak-anak balita , yang terbagi dalam 4 program yaituh: mengikuti
pertumbuhan anak,ASI ,imunitas ,dan ORT dalam penelitian di lapangan ternyata
25% anak-anak di negara-negara berkembang menderita kurang gizi yang tidak
ketahuan. Hanya 1% saja anak-anak di dunia yang jelas ketahuan menderita
penyakit kurang gizi.
Tingkat kematian akibat kurang gizi di
Indonesia mencapai tingkat tertinggi pada kelompok anak-anak umur 0-1 tahun
dalah 100 orang di antara 1000 anak , di negara-negara lain angka kematian
penderita kurang gizi di antara 1000 anak adalah sebagai berikut: Filipina
20,Thailand 50,srilangka 43, Malaysia 30, singapura11 di swedia dan jepang dan
finlandia masing-masing 7. Program bagi anak-anak balita diharapkan dapat
mengurangi angka kematian sebanyak 50%.
4.pengawetan
tahan dan air
Focus
usaha-usaha pengawetan tanah dan air lebih dititik berartakan kepada
usaha-usaha melestarikan hutan, antara lain dengan sistm rotasi.
Di luar
kawasan hutan usaha penghijauan pekarangan , kebun jalur hijau dan taman-taman
di lingkungan pada umumnya menjaga kelestarian lahan pertanian di kaki dan
lerang penggunungan di gunakan system sabuk lingkar gunung.
5.
peningkatan produksi pangan
Program bank
dunia periode 1985—2000 diharapkan akan menaikkan produksi pertanian sebesar 5%
kredit investasi 1975-1977 dalam program peningkatan produksi pangan di
negara-negara berkembang dialokasikan sebesar 7 milyar dollar, terbagi 2
program yaitu proyek pembangunan pedesaan dan pembangunan pertanian ,dari tahun
ke tahun alokasi kredit investasi bank dunia cenderung meningkat terus sejajar
dengan perkembngan pembangunan pedesaan dan pembangunan sector pertanian di
negara-negara berkembang.
6.
factor-faktor dasar kependudukan
Yang menjadi
factor dasar terhadap perkembangan jumlah penduduk dengan berbagai akibatnya
adalah:
a.
Kelahiran yaituh
besar kecilnya kelahiran di sebut tungkat kelahiran.
Untuk
menghitung tingkat kelahiran ini ada du acara ya itu:
1.
Tingkat
kelahiran kasar atau crude birth rute (CBR) dengan rumus.
2.
Tingkat
kelahiran khusus pada kelompok umur tertentu =Age specific birth rate(ASBR)
misalnya kelompok umur penduduk :15-19 tahun .20-29 tahun, dan sebagiannya
dengan rumus:.
Dari tingkat
kelahiran penduduk dapat digolongkan menjadi :
a.
termasuk
tinggi ;lebih 30 orang/1000 penduduk.
b. Termasuk sedang :20-39 orang/1000
penduduk
c.
Termasuk
rendah :kurang 20 orang/1000 penduduk.
b. Kematian ,yaituh besar kecilnya
jumlah kematian disebut tingkat kematian.
Untuk
menghitung tingkat kematian ini ada dua car yaitu:
1.
Tingkat_kematian
kasar atau crude
2.
Tingkat
kematian khusus atau tingkat kematian pada kelompok umur tertentu misalnya
:kelompok umur di bawah 1 tahun yang di sebut infat mortality rate .
7. migrasi
atau perpindahan
Perpindahan atau migrasi ini ada dua macam :
a.
Migrasi ke
luar = out migration = emograsi.
b. Migrasi masuk = in migration =
migrasi.
Untuk
migrasi ini dapat di hitung migrasi netto (migrasi bersih).yaituh jumlah dari
selisih emigrasi dengan imigrasi per jumlah penduduk kali1000
Dari migrasi
netto inilah mempengaruhi pertambahan penduduk
Migrasi
/perpindahan ini menurut lokasi atau daerah dapat di bagi menjadi :
a.
Perpindahan
antara negara di sebut emigrasi .imigrasi,utuk bertempat tinggi tetap
b. Perpindahan antara pulau dalam suatu
negara disebut transmigrasi (tempat tinggal tetap)
Macam-macam
transmigrasi antara lain:
1.
Transmigrasi
umum
2.
Transmigrasi
spontan
3.
Transmigrasi
sectoral
4.
Transmigrasi
ABRI
5.
Trasnimgrasi
bedol desa dan sebagiannya.
c.
Perpindahan
dari desa ke kota di sebut urbanisasi yang hal ini sebagian besar lebih banyak
mmenumbulkan masalah kependudukan untuk daerah kota misalnya karena kurangnya
lapagan pekerjaan maka timbul pengangguran volume kejahatan bertambah
gelandagan dan sebagainnya.
Sebab-sebab
perpindahan:
Antara lain
karena alasan ekonomi ,agama, politik dan sebagainya:
8.
perkembangan penduduk:
a.bagi
negara yang sedang berkembang
berhubung
semakin tahun semakin besar tingkat kelahiran penduduk pada khusus maka hal
tersebut akan menimbulkan berbagai problema atau massalah penduduk. Hal ini
terutama sangat dirasakan oleh negara-negara yang sedang berkembang.
Masalah
–masalah kependudukan tersebut antara lain:
1.rendahnya
income perkapita penduduk ,karena belum semua sumber alam dapat diolah sendiri
dan belum semua penduduk mendapatkan lapangan kerja.
2. rendahnya
tingkat pendidikan masyarakat karena untuk penyelenggaraan pendidikan di
perlukan biaya dalam hal ini pemerintah belum dapat mencukupi semua fasilitas
pendidikan baik gedung guru-guru alat-alat sekolah dan sebagiannya. Untuk ini
perlu masyarakat berpartisipasi padahal income perkapita masyarakat relative
rendah maka tak semua tua dapat membiaya anak-anaknya.
3.
penyebaran penduduk yang tak merata:
Untuk ini
anatara pulau yang satu dengan pulau yang lain tak sama padatnya .
4.tempat
tinggal penduduk yang kurang memenuhi ukuran kehidupan yang layak dan higienis.
b.bagi
negara yang modern/maju
masalah
kependudukan yang timbul tersebut bagi berbagai golongan negara adalah tidak
sama.
Contoh:
Bagi
negara-negara yang sudah maju dengan berbagai teknologinya itu maka masalahnya
kependudukan yang ditumbulkan antara lain:
1.
Kurang
tenaga kerja manusia
2.
Rendahnya
tingkat kelahiran dan sebagainnya.
9.
kebijaksanaan pemerintah terhadap masalah kependudukan .
Dengan
adanya berbagai masalah yang timbul dari perkembangan penduduk tersebut di atas
maka setiap pemerintah yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya
akan mengambil dan melakukan berbagai kebijaksanaan dalam hal tersebut.untuk
kebijaksanaan-kebijaksanaan itu antara berbagai
negara dan berbagai golongan tingkatan perkembangan negara adalah tidak
sama.
a.
Bagi
negara-negara yang sedang berkembang termasuk indonsesia, kebijaksanaan ini
pada umumnya diseusaikan dengan falsafah/pandangan hidup dari pada bangsa di
negara itu sendiri.
Khususnya
pada negara-negara yang sedang berkembang
Melakukan
kebijaksanaan dengan berbagai program ,misalnya untuk Indonesia dengan
melaksanakan:
1.program
intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian
2. program
industrialisasi.
3. program
pendidikan kependudukan’
4.program
keluarga berencana
5.program
transmigrasi
b. tiao
negara pada saat ini bekerja sama di
dalam mengatai masalah kependudukan yang pelaksanaanya menunjang kebijaksanaan
kependudukan nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar