Minggu, 27 Desember 2015

Ilmu Sosial Dasar Bab II



BAB II
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
1.       Pertumbuhan penduduk dan migrasi
a.        Penduduk dunia dan masalahnya.
Penduduk dunia dan masalahnya pada awalnya zaman modern sampai kira-kira tahun 1650, penduduk dunia telah mencapai 500juta jiwa jumlahnya ,sejak zaman inilah penduduk dunia terus meningkat dengan cepat .oleh karena itu tingkat kematiaan bayi-bayi yang lahir menjadi rendah,sampai ia tumbuh subur dan akhirnya bersuami /beristri dan mempunyai anak dan cucu.

Negara-negara eropa barat pada abad 20 ini cenderung mengalami kondisi stasioner bahkan jerman barat cenderung memiliki lebih dikit jumlah penduduk berumuran muda ,dibandingkan dengan jumlah penduduk dewasa.

b.      Pendidikan dan kesehatan di negara-negara berkembang

1.pendidikan

 Penduduk pedesaan terutama anak-anak usia sekolah di negara-negara berkembang di afrika ,asia dan amerika latin sebagian besar tidak memperboleh kesempatan menempuh jenjang pendidikan di sekolah akibat dari kondisi kemiskinannya. Suatu hasil survei UNICEF  membuktikan bahwa 58% anak-anak pedesaan miskin di delhi india tidak bersekolah karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah.

2.kesehatan
Penduduk usia muda pada negara-negara berkembang amat kedapatan menderita jurang vitamin A, kasus-kasus penderita kekurangan vitamin A yang menonjol ,penyakit menular seperti tuberculosis.
Beberapa survie konsumsi makanan dilakukan di asia menunjukan bahwa pemakaian kalori rata-rata penduduk berada di bawah tingkat yang dibutuhkan di beberapa negara.
Pemakaian protein total sangat rendah seperti yang dialami penduduk di india , Malaysia,Pakistan ,Filipina dan Thailand. Salah satu sebab membuktikan bahwa di beberapa kalangan masyarakat pedesaan masih berlaku “tabu” yang melarang memakan ikan dan buah-buahan dan sayur-mayur.
 
UNICEF  memberikan prioritas pelayanan kesehatan kepada anak-anak balita , yang terbagi dalam 4 program yaituh: mengikuti pertumbuhan anak,ASI ,imunitas ,dan ORT dalam penelitian di lapangan ternyata 25% anak-anak di negara-negara berkembang menderita kurang gizi yang tidak ketahuan. Hanya 1% saja anak-anak di dunia yang jelas ketahuan menderita penyakit kurang gizi.
  Tingkat kematian akibat kurang gizi di Indonesia mencapai tingkat tertinggi pada kelompok anak-anak umur 0-1 tahun dalah 100 orang di antara 1000 anak , di negara-negara lain angka kematian penderita kurang gizi di antara 1000 anak adalah sebagai berikut: Filipina 20,Thailand 50,srilangka 43, Malaysia 30, singapura11 di swedia dan jepang dan finlandia masing-masing 7. Program bagi anak-anak balita diharapkan dapat mengurangi angka kematian sebanyak 50%.

4.pengawetan tahan dan air

Focus usaha-usaha pengawetan tanah dan air lebih dititik berartakan kepada usaha-usaha melestarikan hutan, antara lain dengan sistm rotasi.
Di luar kawasan hutan usaha penghijauan pekarangan , kebun jalur hijau dan taman-taman di lingkungan pada umumnya menjaga kelestarian lahan pertanian di kaki dan lerang penggunungan di gunakan system sabuk lingkar gunung.

5. peningkatan produksi pangan
Program bank dunia periode 1985—2000 diharapkan akan menaikkan produksi pertanian sebesar 5% kredit investasi 1975-1977 dalam program peningkatan produksi pangan di negara-negara berkembang dialokasikan sebesar 7 milyar dollar, terbagi 2 program yaitu proyek pembangunan pedesaan dan pembangunan pertanian ,dari tahun ke tahun alokasi kredit investasi bank dunia cenderung meningkat terus sejajar dengan perkembngan pembangunan pedesaan dan pembangunan sector pertanian di negara-negara berkembang.

6. factor-faktor dasar kependudukan
Yang menjadi factor dasar terhadap perkembangan jumlah penduduk dengan berbagai akibatnya adalah:
a.       Kelahiran yaituh besar kecilnya kelahiran di sebut tungkat kelahiran.
Untuk menghitung tingkat kelahiran ini ada du acara ya itu:
1.       Tingkat kelahiran kasar atau crude birth rute (CBR) dengan rumus.
2.       Tingkat kelahiran khusus pada kelompok umur tertentu =Age specific birth rate(ASBR) misalnya kelompok umur penduduk :15-19 tahun .20-29 tahun, dan sebagiannya dengan rumus:.
Dari tingkat kelahiran penduduk dapat digolongkan menjadi :
a.       termasuk tinggi ;lebih 30 orang/1000 penduduk.
b.      Termasuk sedang :20-39 orang/1000 penduduk
c.       Termasuk rendah :kurang 20 orang/1000 penduduk.

b.      Kematian ,yaituh besar kecilnya jumlah kematian disebut tingkat kematian.
Untuk menghitung tingkat kematian ini ada dua car yaitu:
1.       Tingkat_kematian kasar atau crude
2.       Tingkat kematian khusus atau tingkat kematian pada kelompok umur tertentu misalnya :kelompok umur di bawah 1 tahun yang di sebut infat mortality rate .
7. migrasi atau perpindahan
   Perpindahan atau migrasi ini ada dua macam :
a.       Migrasi ke luar = out migration = emograsi.
b.      Migrasi masuk = in migration = migrasi.
Untuk migrasi ini dapat di hitung migrasi netto (migrasi bersih).yaituh jumlah dari selisih emigrasi dengan imigrasi per jumlah penduduk kali1000
Dari migrasi netto inilah mempengaruhi pertambahan penduduk
Migrasi /perpindahan ini menurut lokasi atau daerah dapat di bagi menjadi :

a.       Perpindahan antara negara di sebut emigrasi .imigrasi,utuk bertempat tinggi tetap
b.      Perpindahan antara pulau dalam suatu negara disebut transmigrasi (tempat tinggal tetap)
Macam-macam transmigrasi antara lain:
1.       Transmigrasi umum
2.       Transmigrasi spontan
3.       Transmigrasi sectoral
4.       Transmigrasi ABRI
5.       Trasnimgrasi bedol desa dan sebagiannya.
c.       Perpindahan dari desa ke kota di sebut urbanisasi yang hal ini sebagian besar lebih banyak mmenumbulkan masalah kependudukan untuk daerah kota misalnya karena kurangnya lapagan pekerjaan maka timbul pengangguran volume kejahatan bertambah gelandagan dan sebagainnya.
Sebab-sebab perpindahan:
Antara lain karena alasan ekonomi ,agama, politik dan sebagainya:


8. perkembangan penduduk:
a.bagi negara yang sedang berkembang
berhubung semakin tahun semakin besar tingkat kelahiran penduduk pada khusus maka hal tersebut akan menimbulkan berbagai problema atau massalah penduduk. Hal ini terutama sangat dirasakan oleh negara-negara yang sedang berkembang.
Masalah –masalah kependudukan tersebut antara lain:
1.rendahnya income perkapita penduduk ,karena belum semua sumber alam dapat diolah sendiri dan belum semua penduduk mendapatkan lapangan kerja.
2. rendahnya tingkat pendidikan masyarakat karena untuk penyelenggaraan pendidikan di perlukan biaya dalam hal ini pemerintah belum dapat mencukupi semua fasilitas pendidikan baik gedung guru-guru alat-alat sekolah dan sebagiannya. Untuk ini perlu masyarakat berpartisipasi padahal income perkapita masyarakat relative rendah maka tak semua tua dapat membiaya anak-anaknya.
3. penyebaran penduduk yang tak merata:
Untuk ini anatara pulau yang satu dengan pulau yang lain tak sama padatnya .
4.tempat tinggal penduduk yang kurang memenuhi ukuran kehidupan yang layak dan higienis.

b.bagi negara yang modern/maju
masalah kependudukan yang timbul tersebut bagi berbagai golongan negara adalah tidak sama.
Contoh:
Bagi negara-negara yang sudah maju dengan berbagai teknologinya itu maka masalahnya kependudukan yang ditumbulkan antara lain:
1.       Kurang tenaga kerja manusia
2.       Rendahnya tingkat kelahiran dan sebagainnya.
9. kebijaksanaan pemerintah terhadap masalah kependudukan .
Dengan adanya berbagai masalah yang timbul dari perkembangan penduduk tersebut di atas maka setiap pemerintah yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya akan mengambil dan melakukan berbagai kebijaksanaan dalam hal tersebut.untuk kebijaksanaan-kebijaksanaan itu antara berbagai  negara dan berbagai golongan tingkatan perkembangan negara adalah tidak sama.
a.       Bagi negara-negara yang sedang berkembang termasuk indonsesia, kebijaksanaan ini pada umumnya diseusaikan dengan falsafah/pandangan hidup dari pada bangsa di negara itu sendiri.
Khususnya pada negara-negara yang sedang berkembang
Melakukan kebijaksanaan dengan berbagai program ,misalnya untuk Indonesia dengan melaksanakan:
1.program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian
2. program industrialisasi.
3. program pendidikan kependudukan’
4.program keluarga berencana
5.program transmigrasi
b. tiao negara pada saat ini bekerja  sama di dalam mengatai masalah kependudukan yang pelaksanaanya menunjang kebijaksanaan kependudukan nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar